Mungkin
bagi sebagian orang, terlebih lagi cowok, penampilan bukanlah hal yang terlalu
penting untuk dijadikan beban pikiran. Tapi hal ini benar-benar berbanding
terbalik jika dihadapakan pada sebagian besar kaum hawa. Iya, ini beneran jadi complicated, saya pernah mengalaminya.
Jadi semenjak
pindah ke kota orang sendirian dan tinggal bersama makhluk sejenis, saya
benar-benar tahu bagaimana kehidupan wanita yang sesungguhnya. Sebelumnya saya
masihlah seorang anak perempuan yang senang berkomentar negatif tentang penampilan teman sebaya saya. Memanggil
mereka dengan sebutan “tante” saat gaya dan make
up mereka –menurut saya– berlebihan, risih dengan pertanyaan mereka tentang
baik tidaknya penampilan mereka, dan hal-hal (yang waktu itu menurut saya)
tidak penting.
Tapi
sekarang, seperti lirik lagu ‘lain dulu lain sekarang’, saya sendiri mulai
memperhatikan penampilan luar dan hal ribet lainnya. Mulai ikut bertanya “ke
sana naik apa ?”, “tempatnya ber-AC atau tidak ?”, dan pertanyaan lebay lainnya
hanya agar dapat memilih baju yang tepat. Mulai teratur mengunjungi aesthetic center, mulai berpikir untuk
diet, mulai mengoleksi alat dan bahan untuk perawatan tubuh, sampai ke hal-hal
kecil seperti mulai ganjen bawa sisir ke
kampus dan seneng selfie walau sebelumnya
ribet ngatur rambut dan serasa pengen ganti muka saat muka kucel kayak gembel.
Di sini
saya bukannya ingin menceritakan bagaimana hidup sembrono saya berubah menjadi
hidup seorang wanita yang utuh (hahaha
iya, ini lebay). But gaes, sama
seperti seorang jomblo atau single yang cepat atau lambat pasti rindu untuk
mempunyai pasangan, orang di sekitar kita pun punya waktunya masing-masing
untuk berubah menjadi lebih dewasa. Mulai memakai make-up dan perawatan pun tidak sepenuhnya menunjukkan bahwa mereka
mulai dewasa, tapi itu salah satu bentuk rasa peduli mereka pada diri sendiri
sekaligus sebagai sarana menyalurkan hobi (bagi sebagian cewek).
Saya punya
teman cowok yang sering ngeluh tentang kelakuan ceweknya yang menurut dia
terlalu rempong, sama seperti
pemikiran saya dulu. Ceweknya lama dandan-lah, ceweknya picky dalam hal tempat
makan, ceweknya sering ngelarang dia buat ngerokok hanya karena baru keramas,
ceweknya gak suka naik motor karena gak mau rambutnya berantakan, dan banyak
keluahan lainnya. Intinya dia ngomong kalo ceweknya itu musingin (ya iyalah,
kalo gak musingin gak bakalan ada tuh lagunya Ada Band yang judulnya Karena
Wanita Ingin Dimengerti). Sampai akhirnya, di satu event sekolah, saya ketemu sama ceweknya dan mulai saya ajak
ngobrol. Orangnya cantik, putih, punya body
yang bagus, rambutnya dimodel ala ala anak gaul tahun 2013, mukanya penuh
dengan sentuhan make-up. Kalo kalian
nanyain saya ngobrolin apa aja dengan dia, itu gak penting. Yang pasti, saat
kami udah kehabisan bahan obrolan, saya sempat memujinya dengan “Kamu cantik
banget ternyata, lebih cantik dari yang diomongin si Ian (teman saya)”. Dia menjawab
pujian saya dengan mengatakan bahwa selama ini si Ian sendiri pun bahkan gak
pernah muji dia seperti yang saya lakukan tadi. Iya, ini bagian yang
terpenting, bukan karena dia merasa telah mendapatkan saya sebagai belahan
jiwanya yang baru :3, tapi kuncinya ada dipujian tadi. Bukan kecantikannya, tapi effort-nya untuk tampil sebaik mungkin
di depanmu. Usaha sekecil apapun perlu mendapat penghargaan, bukan ? Dan dia
melakukan usahanya yang terbaik.
Saya sendiripun,
setelah setahun lebih hidup di tempat yang penuh dengan persoalan cewek hanya
bisa ngerapiin rambut sama dapat sedikit pengetahuan tentang produk yang
namanya BB Cream. Walau kemarin nyoba
untuk pasang eye liner sendiri, tapi
hasilnya seperti Ost-nya Ninja Hatori teman teman :( (jeng jeng jeng.. mendaki gunung, lewati lembah, alias gak rapi banget).
Itu susah men, butuh fokus yang
tinggi bahkan sampai harus nahan napas. Karena itu, saya salut untuk para
wanita di luar sana yang punya skill
make make-up dengan sempurna. Saya salut
dengan wanita karier yang jam bangunnya kadang lebih pagi dari anak sekolahan,
hanya untuk dandan. Saya salut dengan adek-adek yang saat ke sekolah make make-up-nya lengkap beserta tata rambut.
Saya gak bisa bayangin kalian harus bangun jam berapa, entah sarapan atau gak,
entah tidurnya cukup atau gak. Ini bukan sindiran halus atau sebagainya, mereka
pasti punya alasan sendiri, apa yang ingin mereka capai dengan usaha sekeras
itu. Yang pasti hargailah mereka, siapapun dia, yang hanya untuk menemuimu rela
meribetkan dirinya sendiri. On time setiap
punya janji, jangan ngebatalin janji seenaknya, dan yang paling penting dan
paling gak susah, katakan saja bahwa hari ini dia terlihat lebih baik, setidaknya saat dia bertanya tentang penampilannya.
debaakkkkk ahhaha :D
BalasHapusJeongmal ? Gomawo Unnie ;;)
Hapus